Oleh: Pedro ETG Tarigan, Anggota UKM Mapala Madawirna, Universitas Negeri Yogyakarta

Pendidikan Dasar Divisi adalah momen di mana warga baru Madawirna memilih dan mendalami salah satu divisi yang ada. Divisi yang ada di Madawirna terbagi menjadi 4, yaitu gunung hutan, panjat tebing, arung jeram, dan susur gua yang akan dibahas mendalam dalam kajian ini.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari melihat lebih dekat tentang Madawirna. Madawirna (Mahasiswa Krida Wira Buwana) merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa pecinta alam yang ada di Universitas Negeri Yogyakarta. Berdiri sejak tahun 1975 membuat mapala ini cukup dipandang di Yogyakarta khususnya terkait pendidikan dan kurikulum yang dimiliki Madawirna cukup kompleks dengan SOP (standard operating procedure) yang baik.

Pendidikan yang ada di Madawirna sendiri terbagi menjadi tiga jenjang: Pendidikan Wara Baru; Pendidikan Dasar Divisi; dan Pendidikan Lanjut Divisi. Pendidikan warga baru atau yang lebih sering dikenal dengan diksar jauh dari stigma yang beredar khususnya soal kekerasan, hal ini pula yang membuat pendidikan di Madawirna memang sangat baik karena benar-benar membagikan ilmu terkait kepecintaalaman. Setelah menjadi warga baru, warga (sebutan bagi anggota Madawirna) melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, yaitu Pendidikan Dasar Divisi.

Konsep Pendididkan Dasar Divisi  (PDD) di tahun 2023 ini sendiri diatur dengan tiap warga memilih satu Divisi pilihan dengan Divisi wajib gunung hutan. Setiap warga menjalani 2 PDD, termasuk Divisi gunung hutan itu sendiri. Waktu yang ditentukan dalam PDD ini adalah selama 3 bulan. Setiap Divisi diberikan waktu yang sama untuk menyelesaikan RPK dari divisinya masing-masing. RPK yang disusun dalam setiap divisi juga berbeda. Kali ini akan lebih detail dibahas tentang PDD Susur Gua, hal ini dikarenakan penulis sendiri mengikuti Pendidikan Dasar Divisi Susur Gua.

Pelajaran atau materi yang dipelajari dalam divisi susur gua adalah pemetaan gua, single rope technique, biospleologi, kawasan karst, dan sebagainya. Penulis merasa bahwa single rope technique merupakan materi paling menantang karena harus melawan ketakutan di ketinggian dinding gua. Gelapnya gua membuat penelusur menjadi ragu sekaligus penasaran akan apa yang ada di dalam gua dan ketinggian yang ditawarkan kepada penelusur. Adapun gua yang menerapkan materi SRT yang diterapkan salah satunya adalah Gua Jomblang. Hanya salah satu gua yang disebutkan, mengingat etika para penelusur sendiri yang tidak boleh menyebarkan informasi tentang gua dikarenakan potensi gua rusak dapat sangat mudah terjadi.

Hal-hal yang ditemukan di dalam gua berupa ornamen atau sebutan lain dari benda-benda yang ada di dalam gua. Stalaktit, stalagmit, goursdam, pilar dan sebagainya. Hal ini menambah minat dan candu menelusuri gua yang berbeda. Anggota PDD susur gua sendiri berjumlah 4 orang dengan keempatnya lulus dengan baik. Menurut pengakuan mereka, caving menjadi salah satu hal baru yang mereka jalani dan sungguh membuat candu karena keindahan serta keunikan di tiap gua.

Ke empat orang penelusur yang baru ini benar-benar berkomitmen untuk melanjutkan penelusuran gua di berbagai daerah lain, dengan menantikan setiap keunikan, ciri khas, dan pengalaman baru. Hal ini membuat tim caving ini bercita-cita menelusuri tanah Madura sebagai daerah menelusuri gua yang baru.

Leave a Reply